"Apa hubungan ini benar-benar sudah tidak bisa dipertahankan lagi?" Tanya ku lagi. "Iya." Jawabnya singkat. "Apa alasannya?" Aku kembali bertanya seakan meminta penjelasan. "Ribet". Jawabnya lagi. Degg. Dunia terasa berhenti. Hati ku hancur lebur mendengar jawaban singkat itu. Hubungan yang sudah berjalan hampir 3 tahun ini, hubungan yang terlihat harmonis dan bahagia, begitu mudahnya hancur dengan satu kata, "ribet". Aku tau persis apa yang dimaksud olehnya. "Ribet". Satu kata yang menjelaskan permasalahan utama hubungan kami. Aku dan dia memang tinggal di kota yang sama. Namun daerah asal kami berbeda. Dia penduduk asli kota ini, sedangkan aku, dari luar kota. Yang menjadi permasalahan adalah adat kami yang bertentangan. Adat ku mengharuskan pasangan yang sudah menikah tinggal bersama orang tua wanita. Sedangkan adat dia melarang untuk hal seperti itu. Mungkin hal inilah yang dia maksud dengan "ribet" itu. Awal ...